Inisiasi Seminar Internasional Bersama USIM, YPCI Gandeng LIPIA Banda Aceh dan BTQR

Banda Aceh – Yayasan Pusaka Cendekia Indonesia (YPCI) menginisiasi pelaksanaan seminar internasional dengan menggandeng Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Banda Aceh, serta Yayasan Bait Tahfizh Al-Qur'an Ridhallah (BTQR).

Inisiasi tersebut dibahas dalam rapat terbatas antarperwakilan lembaga sebagai langkah awal mempersiapkan seminar internasional bertema “Menghidupkan Nilai Al-Qur'an dan Keindahan Sastra Arab di Era Digital.”

Seminar ini dirancang sebagai ruang akademik dan kolaboratif untuk mempertemukan perspektif Al-Qur'an, bahasa, sastra Arab, pendidikan, dan perkembangan teknologi digital. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai Al-Qur'an sekaligus mendorong pengembangan kajian sastra Arab yang relevan dengan perubahan zaman.

Sejumlah akademisi dan tokoh dari lembaga mitra direncanakan terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Prof. Dr. Rosni Samah, Guru Besar Sastra Arab Universiti Sains Islam Malaysia (USIM); Dr. Zulkhairi, M.A., Pembina Yayasan Pusaka Cendekia Indonesia; Anshar Zulhelmi, M.A., Ketua Yayasan Pusaka Cendekia Indonesia; Ivan Aulia, Lc., M.A., Dosen Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) Banda Aceh; serta Aiyub Berdan, Lc., M.A., Ketua Yayasan Bait Tahfizh Al-Qur'an Ridhallah (BTQR).

Ketua YPCI, Anshar Zulhelmi, M.A., menyampaikan bahwa inisiasi seminar internasional tersebut merupakan bagian dari komitmen YPCI dalam memperluas jejaring akademik dan memperkuat kolaborasi lintas lembaga, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, tema Al-Qur'an dan sastra Arab memiliki relevansi yang sangat kuat untuk dikembangkan dalam konteks era digital. Perubahan teknologi telah membuka peluang baru dalam pembelajaran, penelitian, publikasi, digitalisasi sumber-sumber keilmuan, hingga penyebarluasan nilai-nilai keislaman dan khazanah sastra Arab kepada masyarakat yang lebih luas.

Kolaborasi dengan USIM, LIPIA Banda Aceh, dan BTQR diharapkan tidak hanya menghasilkan satu kegiatan seminar, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih berkelanjutan dalam bidang penelitian, pendidikan, publikasi ilmiah, pengembangan bahasa dan sastra Arab, kajian Al-Qur'an, serta program pengabdian kepada masyarakat.

Kehadiran Prof. Dr. Rosni Samah sebagai Guru Besar Sastra Arab USIM diharapkan memperkuat dimensi internasional dan akademik kegiatan. Pengalaman serta kepakarannya dalam bidang sastra Arab dinilai penting dalam melihat bagaimana khazanah sastra dapat terus dikembangkan dan diperkenalkan melalui pendekatan yang relevan dengan perkembangan teknologi digital.

Sementara itu, keterlibatan LIPIA Banda Aceh melalui Ivan Aulia, Lc., M.A. menjadi bagian penting dalam memperkuat dimensi bahasa dan keilmuan Arab. LIPIA memiliki kontribusi dalam pengembangan pendidikan bahasa Arab dan studi Islam yang dapat bersinergi dengan agenda akademik yang dirancang bersama.

Di sisi lain, keterlibatan Yayasan Bait Tahfizh Al-Qur'an Ridhallah (BTQR) melalui Ketua Yayasan, Aiyub Berdan, Lc., M.A., memperkuat aspek pembumian nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat. Sinergi ini diharapkan mampu mempertemukan tradisi akademik, pendidikan Al-Qur'an, serta pengembangan bahasa dan sastra Arab dalam satu ruang dialog yang konstruktif.

Pembina YPCI, Dr. Zulkhairi, M.A., juga menilai bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kebutuhan penting dalam pengembangan ekosistem akademik masa kini. Kerja sama antara perguruan tinggi, lembaga pendidikan, yayasan, komunitas akademik, dan lembaga keagamaan dapat melahirkan program yang lebih luas, terukur, dan memiliki dampak berkelanjutan.

Rapat terbatas tersebut tidak hanya membahas tema dan kemungkinan format seminar, tetapi juga arah kolaborasi, keterlibatan narasumber, segmentasi peserta, serta pengembangan tindak lanjut pascakegiatan.

Dalam suasana penuh keakraban, para delegasi dari setiap lembaga juga mendapat jamuan dari Owner Bitata Food Indonesia bersama Ketua YPCI Anshar Zulhelmi, M.A. Jamuan tersebut menjadi bagian dari silaturahmi sekaligus memperkuat komunikasi informal antarperwakilan lembaga sebelum menyusun tahapan lanjutan persiapan seminar.

Pertemuan ini menjadi langkah awal menuju pelaksanaan seminar internasional yang diharapkan dapat menghadirkan akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, praktisi pendidikan, pengelola lembaga Al-Qur'an, serta pemerhati bahasa dan sastra Arab.

Melalui tema “Menghidupkan Nilai Al-Qur'an dan Keindahan Sastra Arab di Era Digital,” seminar ini diharapkan mampu melahirkan gagasan-gagasan baru tentang bagaimana nilai Al-Qur'an dan warisan sastra Arab dapat tetap hidup, kontekstual, dan dekat dengan generasi muda melalui pemanfaatan teknologi digital.

YPCI berharap kolaborasi dengan USIM, LIPIA Banda Aceh, dan BTQR dapat berkembang menjadi jejaring akademik yang produktif, tidak hanya melalui seminar internasional, tetapi juga melalui penelitian kolaboratif, publikasi bersama, pertukaran akademik, pelatihan, digitalisasi khazanah keilmuan, serta berbagai program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *