Banda Aceh — Yayasan Pusaka Cendekia Indonesia (YPCI) secara resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Penandatanganan berlangsung di Kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh pada Senin, 27 Juli 2026.
MoU tersebut ditandatangani oleh Ketua Yayasan Pusaka Cendekia Indonesia, Anshar Zulhelmi, M.A., yang didampingi oleh Ketua Pornasa, Yuhamar, serta Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Sumardi, S.S., M.A. Penandatanganan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan kelembagaan serta mengembangkan berbagai program kolaboratif antara yayasan dan perguruan tinggi.
Ruang lingkup kerja sama meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, pengembangan bahasa dan sastra Arab, pelestarian manuskrip, filologi, penerjemahan, literasi budaya, serta digitalisasi khazanah intelektual dan warisan budaya.
Selain itu, kerja sama tersebut membuka peluang pelaksanaan seminar, lokakarya, kuliah tamu, pelatihan, magang mahasiswa, praktikum filologi, pendampingan publikasi, pengembangan jurnal ilmiah, penelitian bersama, dan berbagai kegiatan akademik lainnya yang mendukung peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa.
Ketua YPCI, Anshar Zulhelmi, M.A., menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen YPCI dalam membangun ekosistem pendidikan, penelitian, publikasi, dan pelestarian warisan budaya yang melibatkan perguruan tinggi.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menghadirkan program-program yang konkret dan memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, lembaga, serta masyarakat. YPCI siap menjadi mitra dalam pengembangan penelitian, publikasi ilmiah, bahasa, sastra, manuskrip, dan kebudayaan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, Sumardi, S.S., M.A., menyambut baik penandatanganan MoU tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan YPCI dapat memperluas ruang belajar dan pengalaman mahasiswa, khususnya dalam penerapan keilmuan bahasa dan sastra Arab di tengah masyarakat.
“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dilanjutkan dengan program-program nyata yang mendukung pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta peningkatan kompetensi mahasiswa,” ungkapnya.
Ketua Pornasa, Yuhamar, juga menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama ini dan menegaskan dukungan terhadap penguatan program-program akademik dan kebudayaan yang akan dilaksanakan ke depan.
Melalui penandatanganan MoU ini, YPCI, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Ar-Raniry, dan Pornasa berkomitmen menyusun serta melaksanakan berbagai program kerja sama secara berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara lembaga pendidikan dan organisasi masyarakat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, publikasi, literasi, dan pelestarian warisan budaya.
